Friday, September 11, 2009

Rijal itu..

Sekilas aku menoleh..
Menatap tekun pada qurratu aa'yunnya, bagaikan tenggelam dalam keasyikan yang amat
Hatiku sedikit tersentuh, tersambar sedikit kilatan hidayah
Lalu aku juga mengeluarkan perlahan mushafku..
Dan membacanya, meski hatiku masih terpegun

Sekilas aku menoleh..
Masih tekun redup matanya pada wahyu Ilahi
Masih dibuai keasyikan yang amat dalam tatapan warkah cinta dari PenciptaNya
Sedang manusia lain bingit dan asyik dalam kealpaan
Aku sendiri tenggelam dalam kesibukan dan ungkapan2 kata yang tiada noktah
Rona merah, andainya ada..pasti telah menghiasi pipiku kerana perasaan halus menyelinap di hati...alangkah jauh berbeza aku dan rijal itu...

Sekilas aku menoleh..
Langkahnya pantas, namun cermat dan teliti
Teringat bagaimana sahabat menceritakan tatkala bergandingan dengan Rasulullah
Bagaikan mengejar, sedangkan baginda melangkah tenang
Masa dijaga bagaikan menatang minyak yang penuh, sedang aku...
Masih lagi melangkah bersahaja, seperti tidak berdetik waktu di pergelanganku

Sekilas aku menoleh..
Kata-kata tidak ditutur kecuali perlu, dan jika ditutur, bagaikan ditapis dengan cermat sekali
Begitu gah peribadi, begitu tinggi harga diri
Hatiku terdetik...alangkah hebatnya rijal ini..
Mataku masih tegar, namun hatiku telah bergenang..bukan dek kesedihan, tetapi haru yang amat
Bagaikan tidak percaya rijal begini wujud di hadapanku

Sekilas aku menoleh..
Sepertiku dalam kembara pena Abbas As-Siisi,
Rijal2nya yang tercatat dalam Thoriq ila Qulub...seolah2nya muncul salah seorang di hadapanku
Alangkah hebatnya acuan yang melahirkan rijal begini!
Moga dakwah ini bersinar cemerlang dengan rijal2 seperti ini....


*Tulisan ini hasil inspirasi pertemuan ringkas dengan penceramah RSP New Zealand (Prof. Madya Dr. Zainurrashid Zainuddin)..semoga Allah memperkasakan dakwah ini dengan rijal2 sepertimu*

Wednesday, September 9, 2009

Monolog hati di akhir Ramadhan

Ramadhan berlalu begitu pantas....
Sudah tidak berapa lama sahaja lagi....akan meninggalkanku..
Aku ingin masa ini dibekukan, agar aku dapat menangis lebih banyak lagi, agar aku dapat merasakan dakapan rahmat serta kasih sayangNya yang dihadiahkan buat hambaNya di bulan ini...

Ramadhan, bulan tarbiyah....sememangnya satu kebenaran yang tak perlu diragui lagi...di bulan ini, aku mengerti erti kehidupan dan ujian...aku terkesima sebentar apabila ujian yang biasa kutonton di kaca television, menjadi realiti dalam hidupku...satu pengakuan yang menyentak hatiku, meruntun sanubari...membuatkan aku lumpuh seketika, terasa kegelapan yang amat sangat...dan bila aku berjaya meraih semula cahaya, hatiku pula yang merasa kesakitan serta kepedihan yang amat sangat...

Aku simpati pada hati ini....ujian yang tertimpa di atas hati ini, adalah yang paling berat pernah kurasai...namun, aku bertekad...setelah aku bangkit dari kegelapan...
Hati ini...aku ingin serahkannya kepada Cinta ini..
Tidak lagi aku peduli andainya ia dicalari, atau disakiti...
Tidak juga ingin kumemiliki atau menguasai dengan sifat ketamakan atau keegoan

Jadi, hatiku....usahlah bergolak hebat atau merintih kepedihan dengan dugaan yang kecil...masalah ummat begitu hebat perlu kau tangisi...apalah yang ingin kau keluhkan dengan dugaan sekecil ini?

Hidup ini hanya sementara, kau tak perlukan seluruh hati atau cinta dari manusia yang lain, cukuplah sekadar secebis...yang kau perlukan adalah cinta Ilahi..yang hakiki, yang dapat memberikan kebahagiaan yang tak terhingga...

Bukankah itu yang kau cari...setelah kau bertekad menyerahkan hatimu kepada Cinta ini?

Biar Hati Menolak Cinta Insani..
Biar Badan Lesu Ditohmah Kata Keji..
Jangan Kau Menangis Wahai Mata Hati..
Menangislah Andai Cintamu Ditolak Ilahi..
Hidupkan Hatimu Dengan Redha Ilahi…

Cinta sejati tidak memusnahkan atau merosakkan diri kekasih yang dicintai. Malah ia menjaga agar kekasih tetap suci dan selamat sebagaimana sucinya cinta itu sendiri...Ya Allah, aku ingin mencintaiMu, serta mencintai JalanMu ini....

Andainya Engkau ingin menghadiahkanku sesuatu, maka hadiahkanlah pembimbing yang juga mencintaiMu serta mencintai JalanMu ini...andai Engkau mendugaku dengan yang ini, maka akan aku penuhi dadaku dengan kesabaran....asalkan Engkau redha kepadaKu, aku tidak akan peduli pada yang selainnya...